Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, gagal ginjal, stroke, demensia dan kebutaan. Bagaimana mengendalikannya ?
Mulai sekarang sebaiknya tidak memandang tekanan darah tinggi sebagai hal biasa. Apalagi meremehkannya. Hipertensi (Darah Tinggi) adalah penyakit. Menurut Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan Tahun 2007, 31,7 % dari penduduk Indonesia mengalami penyakit tekanan darah tinggi.
Prof. DR. Dr. Endang Susalit, SpPD-KGH, mengatakan peningkatan kejadian darah tinggi di Indonesia mencapai 2-3 kali lipat. Spesialis ginjal dan hipertensi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini mengungkapkan komplikasi akibat darah tinggi akan lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia dibandingkan negara-negara maju.
Membunuh Tanpa Gejala
Menurut Endang Susalit, harapan hidup orang yang bertekanan darah 150/90 mmHg menurun 15 tahun dibanding orang bertekanan darah normal. ?Bila tidak segera diobati, dalam empat tahun jiwanya tidak tertolong karena mendadak stroke dan meninggal. Itulah sebabnya darah tinggi disebut pembunuh,? ujarnya di RSCM, Jakarta, 15 April 2009.
Hipertensi dijuluki ?pembunuh diam-diam? (silent killer) karena menyerang tanpa gejala. Bahkan, serangan pertama bisa jadi serangan terakhir. Bila darah tinggi, ?kadang-kadang sakit kepala, berat di tengkuk dan tiba-tiba marah. Tapi itu jarang, sekitar 80% tanpa gejala,? katanya
Faktor-faktor Risiko
Endang Susalit mengatakan tekanan darah tinggi yang belum diketahui penyebabnya dengan jelas disebut hipertensi primer. Biasanya ini berkaitan dengan keturunan dan usia. Darah tinggi yang sudah diketahui penyebabnya disebut hipertensi sekunder. Misalnya karena penyempitan pembuluh darah di ginjal atau kelainan hormon di anak ginjal.
Menurut Endang Susalit, kegemukan, stres, gaya hidup tidak sehat seperti asupan garam yang tinggi, merokok, mengkonsumsi minuman berakohol dan kurang olahraga merupakan faktor risiko hipertensi yang sering ditemukan dari waktu ke waktu. ?Hipertensi juga lebih banyak ditemukan pada penderita diabetes.? ujarnya.
Merusak Organ Vital
Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dalam waktu lama dan tidak segera diobati tentu berbahaya. ?Risiko terjadi komplikasi semakin besar,? Ujar Endang Susalit. Target komplikasi dan kerusakan organ vital adalah jantung, otak, ginjal dan mata. ?Akibat serangan jantung bisa mati mendadak. Gagal ginjal dan harus cuci darah, stroke dan gangguan mata.? Katanya.
Hipertensi meningkatakn risiko penyakit jantung koroner (PJK) enam kali. ?Jika disertai kolesterol tinggi, hipertensi bisa membahayakan hidup seseorang.? kata Endang Susalit. Ia menjelaskan tekanan tinggi pada pembuluh-pembuluh darah di mata memunculkan bercak-bercak darah di retina yang mengakibatkan kebutaan.
Sedangkan hipertensi di otak menyebabkan stroke. Ketua Indonesian Society of Hypertention (InaSH), dr. Andre Mayza, SpS (K), mengungkapkan gejala awal stroke bias dideteksi ketika cek tekanan darah. ?Pasien mengeluh adanya gangguan keseimbangan, hilang ingatan sesaat, susah bicara sesaat.? kata dokter spesialis saraf ini.
Cek Tekanan Darah
Langkah awal penting dalam manajemen hipertensi adalah mengendalikan ?pembunuh diam-diam? itu. Menurut Andre Mayza, pengendalian meliputi mencegah hipertensi dan mencegah timbulnya komplikasi. Pencegahan hipertensi bias diawali dengan memeriksakan tekanan darah secara rutin ke dokter. Pemeriksaan bertujuan mengetahui takanan darah, mencari penyebab hipertensi sekunder, kerusakan organ, serta menentukan factor-faktor yang mempertinggi risiko PJK dan stroke. Menurut Andre Mayza, cek tekanan darah bagi orang berusia di atas 25 tahun dilakukan sekali setahun. ?Orang berumur di atas 40 tahun, pemeriksaannya dau klai dalam setahun,? ujarnya.
Tekanan darah normal adalah tekanan darah sistolik 120 mmHg dan tekanan darah diastolic 80 mmHg. Orang menderita darah tinggi bila tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolic di atas 90 mmHg. Tekanan darah sistolik adalah tekanan tertinggi pada pembuluh arteri saat jantung kontraksi (memompa darah), Tekanan darah diastolic yakni tekanan pembuluh darah arteri terendah saat jantung relaksasi
Ubah Gaya Hidup
Bagi orang bertekanan darah normal, langkah pengendalian hipertensi bias diteruskan dengan mengubah gaya hidup. Salah satunya kurangi asupan garam yang berlebihan.
Studi-studi menunjukkan hubungan darah tinggi dengan asupan garan berlebih. Hipertensi terjadi jika volume darah meningkat serta pembuluh darah menyempit sehingga memaksa kerja jantung untuk memompa darah dan nutrisi. Garam menyebabkan tubuh menahan air dengan tingkat melebihi ambang batas normal hingga meningkatkan volume dan tekanan darah.
Menurut data InaSH, asupan garam harian di Indonesia yakni 15 gr. Sementara, rekomendasi WHO hanya 5-6 gr/hari. Ada tiga tahap diet rendah garam yaitu ringan (3,75-7,5 gr/hari), menengah (1,25-3,75 gr/hari), dan berat (<1,25 gr/hari). Pengurangan asupan garam jadi 6 gr/hari menurunkan tekanan darah dan risiko kematian akibat stroke (24%) dan PJK (18%).
Risiko kematian makin mengecil bila diikuti dengan langkah-langkah perubahan gaya hidup lainnya. Diantaranya diet khusus hipertensi (dietary approaches to stop hipertension / DASH), mengontrol berat badan, olahraga, tidak mengkonsumsi minuman berakohol, membatasi mengkonsumsi makanan berlemak, tidak merokok, dan hidup teratur.
Mengubah gaya hidup penting juga dilakukan bagi orang yang menderita darah tinggi setelah diperiksa tekanan darahnya dan berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Menurut Adre Mayza, olahraga bagi penderita hipertensi disesuaikan dengan tanda-tanda komplikasi untuk mencegah timbulnya komplikasi. Misalnya, penderita hipertensi dengan tanda-tanda stroke. Penderita darah tinggi dengan tanda-tanda stroke sebaiknya lebih banyak olahraga jenis meditasi dan rileks. Bila cara-cara mengubah gaya hidup sebagi upaya non-obat yang dilakukan tersebut tidak bisa menurunkan tekanan darah, pengendalian hipertensi berikutnya adalah dengan obat, untuk menurunkan tekanan darah kembali ke normal dan mencegah komplikasi.
Pengobatan Hipertensi
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, sebesar 76,1% dari 31,7% angka kejadian hipertensi di Indonesia tidak minum obat. Bahkan sebagian pasien hipertensi tidak minum obat secara rutin dan teratur. Mereka hanya minum obat bila dirasa perlu. Padahal cara demikian itu salah dan berbahaya karena tekanan darah justru lebih tinggi dari sebelumnya. Risiko komplikasi akibat hipertensi juga semakin tinggi. ?Minum obat harus rutin karena pengobatan hipertensi primer itu seumur hidup,? kata Prof. DR. Dr. Endang Susalit SpKD-KGH di Jakarta 15 April 2009.
Ia mengatakan hipertensi merupakan penyakit tak bisa disembuhkan tapi dapat dikendalikan. Bila dikendalikan secara baik, hasilnya juga baik, seperti orang yang tidak menderita hipertensi. Karena itu kepatuhan minum obat sangat penting untuk meningkatkan efektifitas pengobatan, mencegah komplikasi, menurunkan angka kesakitan dan angka kematian.
Tidak Harus Mahal
Kepatuhan itu tidak harus mahal. ?Jika telah mengubah gaya hidup tapi tekanan darah masih tinggi, tetap minum obat namun dosisnya lebih rendah.? ujarnya. Pasien juga tidak perlu takut minum obat secara rutin bisa membuat tekanan darah menjadi rendah. Obat mengembalikan tekanan darah ke normal, kecuali keadaan tertentu seperti pada usia lanjut.
Penggunaan obat antihipertensi itu biasanya berkaitan dengan tingginya tekanan darah serta adanya risiko penyakit jantung koroner dan kerusakan organ-organ lain. Ada beberapa jenis obat antihipertensi, yaitu diuretik, beta blocker, calcium channel blocker (CCBs),angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor dan angiotensin II reseptor Blocker (ARB). ?Pilihan obat di tengah masyarakat memang bervariasi. Ada yang murah dan efektif. Ada yang mahal,? kata Endang Susalit.
Menurutnya, obat antihipertensi jenis diuretik tergolong murah. Sementara obat antihipertensi berbanderol mahal biasanya dibutuhkan oleh penderita darah tinggi yang disertai dengan risiko komplikasi dan kerusakan organ-orhan vital tubuh seperti jantung, ginjal, dan otak. Obat antihipertensi jenis ini memiliki efek ganda. Selain menurunkan tekanan darah tinggi kembali ke normal, obat tersebut juga memberikan efek perlindungan bagi jantung dan ginjal. Pasien dengan kondisi ekonomi rendah bisa mendapat obat antihipertensi itu, karena ,? ada obat antihipertensi yang generik dan juga punya efek ganda,? pungkasnya. (rus)
Sumber :
- Kabar Sehat, Edisi 005 / September – Oktober 2009, oleh : Agus Karyawan
- IDI Jakarta
PROARGI- 9PLUS
ProArgi-9 Plus, salah satu dari komponen Synergy’s V3 Nutritional Sistem yang membantu menguatkan kesehatan jantung dengan memberikan manfaat dari L-Arginine untuk sirkulasi sistem jantung dan tubuh anda.
“L-arginine berpengaruh terhadap seluruh sistem vaskular. Merelaksasikan arteri sehingga darah mengalir secara baik dalam tubuh dan dapat mengikis plak yang terbentuk. Kita tidak boleh mengabaikan lagi kekuatan dari L-arginine!”
—Dr. J. Joseph Prendergast, Member,Synergy Medical Advisory Board
Sifat luar biasa dari L-arginine divalidasi oleh “The 1998 Nobel Prize Winning Research” dalam Kedokteran dan sejak itu telah membuat hiruk-pikuk kepentingan di bidang farmasi dan nutraceutical. Kemanjuran L-arginine sebagai agen terapeutik telah divalidasi oleh ribuan studi klinis ilmiah. L-arginine, yaitu berupa campuran asam amino L-arginine dengan bahan glycemic rendah sebagai co-factor. Asam amino L-arginine diakui sebagai salah satu nutraceutical terpenting, yang disebut sebagai “molekul ajaib” karena khasiatnya yang hebat. ProArgi-9Plus merupakan produk terobosan abad ini.
Mengapa banyak raksasa farmasi menawarkan ratusan juta dolar mencoba untuk memperoleh hak paten internasional dari produk khusus ini ?
ProArgi-9 Plus mengandung 5000 mg dari kandungan L-Arginine yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh.ProArgi-9 Plus tidak mengandung inferior L-Arginine, seperti HCL.
Formula ProArgi-9 Plus telah dipatenkan dan dikembangkan oleh pemimpin dan peneliti Dr. Ann De Wees Allen. Telah aman digunakan untuk tubuh sejak 1983.
Manfaat & Fungsi L-arginine
- Berperan sebagai prekursor pembentukan Nitric Oxide (NO)
- Menstimulasi pelepasan berbagai hormon termasuk hormon antipenuaan (anti-aging hormone), Human Growth Hormone
- Mendukung kesehatan kardiovaskular
- Meningkatkan aliran darah ke organ-organ vital
- Memerangi efek negatif penuaan dini kardiovaskular
- Manis dengan Xylitol untuk meningkatkan kesehatan mulut
- Rasa berry cirtus yang sangat enak
- Anti-penuaan
- Mendukung kinerja seksual sehat
- Membantu penurunan lemak tubuh
- Mempertahankan tingkat gula darah yang sehat sudah dalam batas normal
- Meningkatkan energi
D A P A T K A N S / D
S E G E R A H U B U N G I 0 8 1 . 8 8 8 . 7 2 4 5


